USULAN PKMP ANALISA KELAYAKAN SINGKONG DARI DAERAH PEGUNUNGAN KAPUR UTARA JAWA TENGAH SEBAGAI ALTERNATIF PENGGANTI TEPUNG TERIGU YANG MURAH DAN BERGIZI

A.  ANALISA KELAYAKAN SINGKONG DARI DAERAH PEGUNUNGAN

KAPUR UTARA JAWA TENGAH SEBAGAI ALTERNATIF PENGGANTI TEPUNG TERIGUYANG MURAH DAN BERGIZI

 

B.  LATAR BELAKANG

Salah satu komoditas pangan yang patut dipertimbangkan untuk dikembangkan
di Indonesia khusunya di pulau Jawa adalah umbi-umbian seperti singkong atau ubi
kayu.   Kondisi   tanah   dan   iklim   Indonesia   sangat   cocok   untuk   ditanami
singkongSingkong adalah salah satu jenis sayuran yang sudah sangat dikenal luas
pemanfaatannya. Di Indonesia, selain dikenal sebagai bahan baku keripik, singkong
biasa diolah menjadi makanan gatot, tiwul, atau gaplek. Kalaupun singkong dipakai
untuk  tapioka,  aplikasinya  terbatas  karena  karakter  singkong  tidak  bisa  hilang.
Singkong atau ubi kayu yang selama ini identik dengan komoditi rendahan, sudah
waktunya naik kelas menjadi komoditi yang membanggakan dan mempunyai daya
jual yang tinggi. Kegiatan ini salah satunya bertujuan agar petani singkong bisa ikut
tersenyum dengan naiknya harga jual singkong karena permintaan bahan baku untuk
pembuatan  tepung  mocaf  akan  tinggi.  Hukum  ekonomi  sederhana  bahwa  kalau
permintaan singkong naik, otomatis harga singkong akan ikut naik. Bagi masyarakat
luas  (pemilik modal kecil) bisa ikut menciptakan lapangan kerja baru untuk para
pencari kerja ditingkat pedesaan karena adanya pabrik tepung mocaf yang dibangun
dimana-mana.    Sedangkan  bagi  pemerintah,  mocaf  ini  diharapkan  bisa  ikut
membantu mengurangi import tepung terigu yang terus meningkat setiap tahunnya
agar devisa negara bisa dihemat.

Penduduk Indonesia semakin tahun terus semakin bertambah dan     pasti butuh pemenuhan bahan pangan. Dan lagi tepung mocaf ini bukan barang yang mudah basi. Bisa digudangkan atau ditimbun selama 6 bulan bila dikemas dengan baik. Bahkan layak  untuk  diexport  yang  bisa  mendatangkan  devisa.  Kemungkinan  ini  sangat mungkin  terjadi  kalau  singkong  yang dihasilkan  di  Indonesia  ini  90%  dijadikan tepung mocaf yang nilai tambahnya berlipat-lipat.

Jadi, kedepannya diharapkan tidak hanya diexport berupa gaplek yang hanya untuk pakan ternak atau menjadi produk lain yang nilai tambahnya justru dinikmati oleh orang asing.

Image

Gambar 1. Skema pembuatan mocaf

Masih banyak lahan tidur atau tanah kosong yang dibiarkan terbengkalai
diseluruh  wilayah  Indonesia  yang  tidak  dimanfaatkan  dengan  baik.Padahal
semua jenis tanah yang ada di Indonesia ini, bisa ditanami singkong dengan
ba

 Image

Gambar 3. Perbedaan limbah padat dan kering

Seperti  yang  telah  kita  ketahui  bersama,  bahwa  penemu  fermentasi tepung  mocaf  yang  pertama  adalah  Dr.  Achmad  Subagio  staf  pengajar  dari Universitas  Negeri  Jember,  Jawa  Timur.   Tepung  mocaf  memiliki  prospek pengembangan yang bagus, pertama dilihat dari ketersediaan singkong sebagai bahan baku yang berlimpah sehingga kemungkinan kelangkaan produk dapat dihindari karena tidak tergantung dari impor seperti gandum; kedua yaitu   harga tepung mocaf relatif lebih murah dibanding dengan harga tepung terigu maupun tepung beras, sehingga biaya pembuatan produk dapat lebih rendahdan yang ketiga adalah pasar lokalnya sangat prospektif karena begitu banyak industri makanan yang menggunakan bahan baku tepung.

Dari beberapa alasan diatas dapat disimpulkan bahwa lahirnya teknologi
produksi tepung singkong modifikasi (MOCAF) membuka peluang bisnis besar.
Dengan  potensi  tersebut  kami  tergerak  untuk  melakukan  analisa  dan  uji
kelayakan terhadap singkong hasil produksi pegunungan kapu dalam hal ini
meliputi wilayah Kabupaten Pati, Kabupaten Grobogan, dan Kabupaten Kudus.
Dengan   analisa   kelayakan   ini   harapan   kedapannya   masyarakat   sekitar
pegunungan kapur utara dapat melakukan pengolahan singkong dengan lebih
optimal menjadi tepung tidak sekedar gaplek atau makanan olahan saja.

 

C.  PERUMUSAN MASALAH

Terigu adalah salah satu bahan pangan yang cukup vital bagi masyarakat
Indonesia. Industri pengolahan makanan berbahan baku terigu di Indonesia terus
meningkat dari tahun ke tahun, sehingga mendorong meningkatnya permintaan

bahan  baku  terigu  nasional.  Sebagaimana  kita  ketahui  bahwa  negara  kita bukanlah penghasil gandum-bahan baku terigu, karena Indonesia bukan negara beriklim sub-tropis.

Oleh karena itu, untuk mencukupi kebutuhan tepung terigu negara kita masih  impor  dari  negara  lain.  Upaya  untuk  mewujudkan  ketahanan  pangan nasional dan mengurangi ketergantungan impor pangan terutama terigu yang cenderung  mengancam  kedaulatan  pangan  nasional,  oleh  karenanya  perlu dikembangkan  diversifikasi  pangan  dengan  mengutamakan  lokalitas  daerah seperti  ubikayu  dan  aneka  ubi  lainnya.  Salah  satu  produk  yang  telah dikembangkan untuk menggantikan tepung terigu adalah tepung mocaf yaitu tepung  berbahan  dasar  singkong  atau  ubi  kayu.  Daerah  pegunungan  kapur memiliki porduksi ubi kayu yang cukup besar dengan pemanfaatan yang belm optimal. Penelitian ini ingin menguji kelayakan ubi produksi daerah pegunungan kapur utara untuk diolah menjadi tepung mocaf.

 

D.  TUJUAN

1.  Berpartisipasi membangun ketahanan pangan nasional

2.  Mengenalkan  singkong  sebagai  bahan  baku  alternatif  pembuatan  tepung
      untuk industri tepung nasional.

3.  Mengetahui  potensi  singkong  gunung  kapur  utara  untuk  dioptimalkan
      sebagai tepung mocaf

4.  Mengenalkan MOCAF sebagai alternatif tepung nasionalyang mempunyai
      beberapa aspek kesehatan yang cukup menonjol, yaitu kaya serat dan bebas
      gluten.

 

E.  LUARAN YANG DIHARAPKAN

Luaran  yang diharapkan  dari  kegiatan  ini  adalah  diperoleh  karakteristik singkong  di  daerah  pegunungan  kapur  utara,  kandungan  gizi,  tekstur  dan kemampuannya  untuk  diolah  menjadi  tepung.  Juga  tepung  hasil  olahan  dari singkong atau MOCAF   dan produk turunannya ini dikenal luas oleh masyarakat khususnya di jawa tengah dan secara nasional pada umumnya.

F.  KEGUNAAN

Kegunaan dari program penelitian ini adalah:

1.  Mengetahui karakteristik dan kelayakan ubi kayu (singkong) di wilayah
      Pegunungan Kapur Utara untuk dijadikan tepung MOCAF

2.  Menciptakan peluang usaha baru khususnya bagi masyarakat petani dan
      masyarakat yang belum memiliki pekerjaan pada umumnya.

3.  Mengenalkan   teknik   pengolahan   pasca   panen   singkong   untuk
      menghasilkan  produk  yang  bernilai  jual  tinggi  dan  memiliki  pangsa
      pasar yang luas.

4.  Meningkatkan produksi singkong dari petani, sehingga berdampak pada
      berkurangnya lahan kosong dan terbengkalai.

5.  Menjadi   alternatif   pendapatan   bagi   petani   untuk   meningkatkan
      kesejahteraan hidup mereka.

 

G. TINJAUAN   PUSTAKA

MOCAF adalah singkatan dari Modified Cassava Flour atau dalam bahasa
Indonesia berarti Modifikasi Tepung Ketela Pohon. Tepung MOCAF ini merupakan
hasil penelitian dan pengembangan yang dilakukan oleh Dr. Achmad Subagio, staf
pengajar  di  Universitas  Negeri  Jember  Jawa  Timur.  Secara  definitif,  MOCAF
adalah  produk  tepung  dari   singkong   yang  diproses  menggunakan  prinsip
memodifikasi sel singkong secara fermentasi, dimana mikroba BAL (Bakteri Asam
Laktat) mendominasi selama fermentasi tepung singkong ini. Mikroba yang tumbuh
menghasilkan enzim pektinolitik dan selulolitik yang dapat menghancurkan dinding
sel  singkong,  sedemikian  rupa  sehingga  terjadi  liberasi  granula  pati.  Mikroba
tersebut juga menghasilkan enzim-enzim yang menghidrolisis pati menjadi gula dan
selanjutnya mengubahnya menjadi asam-asam organik, terutama asam laktat. Hal
ini akan menyebabkan perubahan karakteristik dari tepung yang dihasilkan berupa
naiknya  viskositas,  kemampuan  gelasi,  daya  rehidrasi,  dan  kemudahan  melarut.
Demikian  pula,  cita  rasa  MOCAF  menjadi  netral  dengan  menutupi  cita  rasa
singkong sampai 70%.

 

 

 

 

 

 

Kondisi  saat  ini  menunjukkan  bahwa  produk  MOCAF  secara  ekonomis ternyata  jauh  lebih  murah  daripada  produk  terigu  yang  selama  ini  beredar  di pasaran.  Bahan  baku  yang  mudah  dibudidayakan,  murahnya  harga  ubi  kayu  di pasaran saat ini, serta proses pengolahan tepung yang tidak memerlukan teknologi tinggi, membuat harga  MOCAF saat ini lebih murah dari harga terigu. Hal ini membuat produk makanan apapun yang dibuat dari tepung MOCAF akan lebih menguntungkan dibandingkan dengan tepung terigu.

Selama  ini  penggunaan  tepung  ubi  kayu  masih  sangat  terbatas,  hal  itu disebabkan  kualitasnya  yang  rendah.  Untuk  food  ingredient  misalnya,  seperti substitusi terigu sebesar  5% pada mie instant yang menghasilkan produk dengan mutu  rendah,  atau  pada  kue  kering.Namun  aplikasi  tepung  MOCAF  dengan karakteristik yang dijelaskan di atas, ternyata mampu menghasilkan produk makanan yang sangat menggembirakan.

Perbedaan tepung mocaf dengan tepung singkong biasa dan tepung gaplek adalah pada proses pengolahaannya.Tepung singkong atau tepung cassava dibuat dari singkong  yang  dikupas  dipotong-potong  menjadi  chips  langsung  dikeringkan, kemudian digiling dengan mesin penepung. Sedangkan pada tepung gaplek dibuat dari singkong yang dibuat gaplek terlebih dahulu, kemudian ditepungkan. Sedangkan tepung  mocaf  setelah  singkong  dipotong-potong  menjadi  chips  kemudian  di fermentasi dahulu, dikeringkan kemudian digiling.

Tepung mocaf memiliki kandungan karbohidrat yang tinggi, namun rendah
protein hal ini menyebabkan tepung mocaf memiliki kemampuan gelasi, rehidrasi
dan viskositas yang lebih rendah dibandingkan tepung terigu, namun masih lebih
baik dibandingkan dengan tepung sinkong biasa atau tepung gaplek. Tepung terigu
juga mengandung banyak zat pati, yaitu karbohidrat kompleks yang tidak larut dalam
air. Jenis tepung terigu dibedakan atas kandungan protein yang dimiliki oleh tepung
terigu,  kandungan  protein  pada  terigu  menentukan  kandungan  gluten.  Kualitas
protein serta gluten ditentukan oleh kualitas jenis gandum. Protein sangat terkait
dengan gluten, dimana gluten sendiri adalah suatu zat yang ada pada tepung terigu,
sifatnya zat ini adalah elastis dan kenyal. Semakin tinggi kadar proteinnya maka
semakin banyak gluten yang ada pada tepung tersebut, begitu pula sebaliknya.

 

 

 

 

 

 

Kualitas terigu juga dipengaruhi oleh jumlah kadar air (moisture) pada tepung
terigu. Kadar air berpengaruh besar sekali terhadap kualitas tepung. Bila kadar air
pada  tepung  terigu  tinggi  maka  tepung  akan  mudah  rusak  disebabkan  oleh
pertumbuhan jamur, dan bau apek. Bila kadar air tinggi maka kualitas rendah dan
harga jual juga rendah. Kualitas terigu juga dipengaruh oleh kadar abu yang ada pada
tepung  terigu,  dimana  kadar  abu  ini  sangat  mempengaruhi  warna  produk  akhir.
Kadar  abu  (ashcontent)  yang tinggi menunjukan tepung terigu memiliki kualitas
yang rendah. Beberapa jenis produk sangat memperhatikan jumlah kandungan abu.
Pada tepung mocaf dengan pengeringan yang optimal kadar air bisa mencapai 6.9%
sedangkan pada tepung terigu kandungan air mencapai rata-rata  12.0%. Kadar air
pada  tepung  mocaf  yang  lebih  rendah  menyebabkan  lebih  tahan  terhadap
pertumbuhan  mikroba  yang  dapat  menyebabkan  kerusakan  produk.  Kadar  air
mempengaruhi daya simpan produk. Ini adalah salah satu kelebihan tepung mocaf
dibandingkan  dengan  tepung  terigu.  Selain  itu,  tepung  mocaf  juga  memiliki
keunggulan yaitu kadar abu  (ash content) yang lebih rendah yaitu berkisar  0.4%
sedangkan  terigu  bekisar  1.3%.  Tepung  mocaf  memiliki  kandungan  pati  (starch
content  yang  lebih  tinggi  dibandingkan  dengan  terigu 60-68%.  Sedangkan

kandungan  serat  pada  mocaf  lebih  tinggi  dibandingkan  tepung  terigu,  sehingga tepung terigu lebih lembut dibandingkan dengan tepung mocaf.

MOCAF juga telah diujicoba untuk digunakan beragam kue kering, seperti
cookies,  nastar,  kastengel,  dll  dimana 100%  tepungnya  menggunakan  MOCAF.

Hasilnya menunjukkan bahwa kue kering yang dihasilkan mempunyai karakteristik yang tidak jauh berbeda dengan produk yang dibuat menggunakan tepung terigu tipe berprotein rendah (soft wheat). Hanya saja, tepung MOCAF memerlukan mentega atau margarin sedikit lebih banyak dibandingkan tepung terigu untuk mendapatkan tekstur yang baik. Untuk cita rasanya, hasil uji organoleptik dengan resep standar menunjukkan bahwa panelis tidak mengetahui bahwa kue-kue tersebut dibuat dari MOCAF yang berasal dari ubi kayu.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

G.1 Keunggulan MOCAF

Keunggulan tepung mocaf antara lain adalah :

1. Mempunyai aroma dan citarasa yang lebih baik dibanding tepung
     ubi kayu biasa,

2. Mempunyai warna lebih putih dibanding tepung ubi kayu biasa,

3. Mempunyai harga yang relatif murah dibanding beras/terigu.

4. Kandungan serat terlarut(soluble fiber) lebih tinggi dari pada tepung
     gaplek.

5. Kandungan mineral(kalsium) lebih tinggi  (58) dibanding padi  (6)
     dan gandum (16)

6. Oligasakarida penyebab flatulensi sudah terhidrolis.

7. Mempunyai  daya  kembang  setara  dengan  gandum  tipe  II  (kadar
     protein menengah).

8. Daya cerna lebih tinggi dibandingkan dengan tapi

Hasil uji coba tersebut menunjukkan MOCAF dapat digunakan sebagai food ingredient dengan penggunaan yang sangat luas. MOCAF ternyata tidak hanya bisa dipakai sebagai bahan pelengkap, namun dapat langsung digunakan sebagai  bahan  baku  dari  berbagai  jenis  makanan,  mulai  dari  mie,  bakery, cookies hingga makanan semi basah.

Berbagai ujicoba telah dilakukan untuk penerapan MOCAF sejak tahun 2004 antara lain dengan :

  • Produk Mie, Sentafood Indonusa (Karawang)
    ·   Produk Bihun, Tiga Pilar Sejahtera (Solo)
    ·   Produk Biskuit, Indofood (Cikampek)
  • Produk Snack, Garuda Food (Jakarta), Dua Kelinci dan Berkat Aneka
         Pangan (Sukabumi)
  • Aneka makanan, Yayasan Kuliner Indonesia (Jakarta)

Dari hasil pengujian lab nutrisi Malang pada bulan JUNI 2009 diperoleh data sebagai berikut:

Bahan Kering       :87.99                                Kadar Abu                       :1.44

Kadar Air              : 12.01                              Bahan Organik                  :98.56

Protein Kasar                   :3.42                      Serat Kasar                       :2.39

Lemak Kasar                    :0.83                      BETN                               :83.33

 

Dari sumber pengujian lain, yakni dari pengujian di jurusan GMSK, IPB 2010,

diperoleh data kandungan gizi mocaf sebagai berikut:

  • Energi                  :           146 kal – 358 kal – 365 kal2
  • Karbohidrat        :           34,7 g – 88.6 g – 77.3 g3
  • Protein               :          1,2 g – 0,19 g – 8.9 g
  • Lemak                :          0,3 g – 0,02 g – 1.3 g
  • Zat besi             :            0,7 mg – 1,58 mg – 1.2 mg
  • Kalsium                :          33 mg – 20,0 mg – 16.0 mg
  • Fosfor                  :          40 mg – 7,0 mg – 1.2 mg

Sumber : Daftar Kandungan Zat Gizi Bahan Makanan , Jurusan GMSK , IPB 201

Prospek pengembangan bisnis tepung mocaf cukup bagus dilihat dari prospek pasar dan ketersediaan singkong sebagai bahan baku yang berlimpah. Ketersediaan bahan baku singkong yang cukup melimpah di Indonesia dengan harga yang relatif murah,  akan  menjadi  pesaing  produk  tepung  terigu  dan  meningkatkan  pasokan komoditi tepung yang bisa menyubstitusi terigu impor. Dengan biaya produksi yang lebih rendah maka harga jual tepung mocaf bisa lebih murah dibandingkan dengan harga tepung terigu maupun tepung beras. Harga tepung mocaf yang lebih murah dibandingkan dengan terigu menjadi daya tarik yang besar bagi industri-industri makanan  yang berbahan  baku  tepung.  Oleh  karena  itu,  tepung mocaf  memiliki prospek bisnis yang sangat bagus.

 

G.2 Proses Pembuatan Tepung Tapioka

Tepung tapioka berbentuk butiran pati yang banyak terdapat dalam sel umbi
singkong. Adapun urutan pengerjaan proses pembuatannya adalah sebagai berikut:

1.  Pengupasan dan Pencucian

Singkong terlebih dahulu dikupas kulitnya. Setelah singkong dikupas kemudian
dicuci untuk menghilangkan lendir di bawah kulit. Pencucian dilakukan dalam

bak  permanen  dan  pencucian  yang  baik  adalah  air  selalu  mengalir  terus menerus, dengan demikian air selalu diganti.

2.   Pemarutan

Selesai pencucian, singkong dimasukkan dalam mesin pemarut untuk diparut menjadi bubur. Mesin parut dicuci dengan air. Air ini mengalirkan bubur ke dalam  satu  bak  dan  disinilah  bubur  dikocok.  Dari  bak  bubur  singkong dimasukkan ke alat yang terbuat dari anyaman kawat halus.

3.   Pemerasan dan Penyaringan

Pemerasan  dan  penyaringan  dilakukan  dengan  mesin  (saringan  getar).  Alat penyaring ini  terbuat  dari  anyaman  kawat  halus  yang berlubang kecil-kecil. Bubur  dimasukkan  dalam  alat  dan  pengairan  terus  berlangsung.  Air  dari penyaringan ditapis dengan kain tipis yang dibawahnya disediakan wadah untuk menampung aliran air tersebut. Diatas saringan ampas tertahan, sementara air yang mengandung pati ditampung dalam wadah.

4.   Pengendapan

Pengendapan  dimaksudkan  untuk  memisahkan  pati  murni  dari  bagian  lain
seperti ampas dan unsur-unsur lainnya. Pada pengendapan ini akan terdapat
butiran  pati  termasuk   protein,  lemak,  dan  komponen  lain  yang  stabil  dan
kompleks. Jadi akan sulit memisahkan butiran pati dengan komponen lainnya.
Bahkan ini terdapat berbagai senyawa sehingga dapat menimbulkan bau yang
khas.  Senyawa  alkohol  dan  asam  organik  merupakan  komponen  yang
mempunyai bau khas. Butiran pati yang akan diperoleh berukuran sekitar 4-24
mikron (1 mikron sama dengan 0,001 mm). Sifat kekentalan (viskositas) cairan
tapioka tidak jauh berbeda dengan air biasa. Butiran pati yang berbentuk bulat
dan  mempunyai  berat  jenis 1,5  dan  butiran  ini  harus  cepat  diendapkan.

Kecepatan endapan sangat ditentukan oleh besarnya butiran pati, keasaman air rendaman,  kandungan  protein  yang  ikut,  ditambah  zat  koloidal  lainnya. Pengendapan butiran (granula) umumnya berlangsung selama 24 jam dan akan menghasilkan tebal endapan sekitar 30 cm.

5.  Pengeringan

Pengeringan disini dimaksudkan untuk menguapkan kandungan  air sehingga
diperoleh  tepung  tapioka  yang  kering.  Untuk  itu  endapan  pati  harus  segera
dikeringkan. Pengeringan bisa menggunakan sinar matahari, atau pengeringan
buatan.  Pengeringan buatan  yang  sering  digunakan  adalah  batch  drier ,oven
drier ,cabinet drier , dan drumdrier .  Endapan  pati  yang  terbentuk  semi  cair  ini
mempunyai kandungan air sekitar 40 % dan dengan pengeringan langsung akan
bisa  turun  sampai  17%.  Dalam  pengeringan  harus  diperhatikan  faktor  suhu
terutama yang menggunakan panas buatan. Suhu jangan melebihi  70  –  800C.
Jadi usahakan pengeringan pada suhu di bawah 700C. Gumpalan-gumpalan pati
setelah keluar dari pengeringan langsung dihancurkan guna mendapatkan tepung
yang  diinginkan.  Penghancuran  dapat  melalui  rol  atau  disingrator.  Hasil
dari penghancuran ini masih berupa tepung kasar. Untuk memperoleh tepung
yang halus maka perlu disaring atau diayak (Data Agrobisnis Tapioka, 2008).

 

G.1.3  Pengertian Fermentasi

Fermentasi adalah suatu proses terjadinya perubahan struktur kimia dari
bahan-bahanorganik   dengan   memanfaatkan   aktivitas   agen-agen   biologis
terutama enzim sebagai biokatalis. Karena bahan ini hasil proses mikrobial maka
disebut  produk  fermentasi.Teknologi  fermentasi  merupakan  salah  satu  cara
pengolahan  dan  pengawetan  makanan,  baik secara  konvensional  maupun
modern, dengan memanfaatkan mikroba baik langsung maupuntidak langsung.

Proses reaksi fermentasi :

C6H12O6                               2CH3CHOHCOOH + 22,5 kkal           Asam laktat

C6H12O6                       2CH3CH2OH + 2CO2+ 22 kkal            Etil alcohol

 

 

H. METODE PELAKSANAAN

H.1 Alat dan bahan yang digunakan

Bahan yang digunakan dalam penelitian ini   adalah:

1.     Ketela pohon

2.     garam

3.     aquadest

4.     starter (bahan fermentasi)

5.     Fehling A dan Fehling B

6.     Glukosa standart

7.      NaOH, HCl, n-heksana, Na2SO4, H2SO4, CuSO4.5H2O

8.     Indicator pp

 

Peralatan yang digunakan adalah:

1.  stoples,

2.  pisau

3.    baskom,

4.  sendok,

5.  panci,

6.  pengaduk kayu,

7.  kompor,

8.  blender,

9.  pisau,

10. Erlenmeyer,

11. Beaker glass,

12. Pipet tetes,

13. Pipet volum,

14. Krus porselin,

15. Buret,

16. Labu ukur,

17. Gelas ukur,

18. Autoclave,

19. gelas arloji,

20. Buret,

21. labu khiedjal,

22. labu destilasi,

23. pendingin balik .

H.2 Metode Pelaksanaan Program

Dalam melaksanakan kegiatan ini, berikut tahapan yang kami lakukan:

1.  Tahap persiapan

Tahap persiapan adalah tahap dimana kami melakukan studi pustaka,
mengumpulkan  sejumlah  informasi  tambahan  dan  data  pendukung,
berikut penentuan strategi dan pembuatan jadwal dan rincian   kegiatan.

 

2.  Tahap survey lapangan

Survey  lapangan  ini  bertujuan  untuk  meninjau  kondisi  tempat  yang
sesuai dengan kriteria untuk proses produksi tepung MOCAF ini. Hal ini
meliputi  mengkaji  ketersediaan  bahan  baku  serta  kondisi  masyarakat
sekitar sebagai pihak yang akan mempengaruhi kegiatan produksi tepung
mocaf ini. Selain itu, pada tahap ini kami juga melakukan silaturahmi ke
stakeholder setempat terkait dengan penelitian yang akan kami lakukan.

3.  Tahap persiapan &pengolahan singkong

Pada tahap ini kami mulai penyiapan bahan baku dan peralatan produksi
mocaf dan proses pembuatan mocaf.   Singkong yang telah dikumpulkan
dari  berbagai  wilayah  di  sekitar  Pegunungan  Kapur  Utara  kemudian
kami lakukan pengolahan awal sebelum di olah menjadi tepung. Setelah
selesai  pengolahan  awal,  singkong  selanjutnya  diolah  menjadi  teung
mocaf  dengan  melakukan  pemisahan  berdasarkan  asal  singkong  itu
diperoleh.    Teknik  produksi  tepung  mocaf  dari  singkong  ini  sangat
sederhana dan mudah, serta tidak membutuhkan investasi tinggi untuk
skala rumah tangga. Prinsip dasar dari proses produksi tepung mocaf
adalah   memodifikasi   tepung   singkong   biasa   dengan   melakukan
fermentasi antara lain menggunakan bakteri asam laktat, asam asetat atau
enzim. Dengan perlakuan fermentasi tersebut dihasilkan tepung singkong
yang memiliki tekstur lembut, putih dan tidak berbau khas singkong.

4.  Tahap pengujian

Tahap  berikutnya  adalah  tahap  pengujian  laboraorium  tepung  mocaf
yang dihasilkan dari pengolahan sebelumnya yang meliputi pengujian
kandungan gizi dan mineral, kelayakan konsumsi, dan pengujian kualitas

selanjutnya tahap akhir pengujian sebagai bahan baku untuk pembuatan suatu  produk  makanan  tertentu.  Hasil  makanannya  kemudian  diuji cobakan kepada binatang apakah bisa dikonsumsi atau tidak.

5.  Tahap evaluasi

Evaluasi  ini  digunakan  sebagai  tahapan  untuk  memperbaiki  proses pembuatan dan pengujian tepung mocaf, lalu menyimpulakn singkong jenis mana yang layak untuk diolah sebagai tepung dilanjutkan dengan menyusun  strategi  untuk  mempublikasikan  hasil  penelitian  kepada masyarakat  luas  khususnya  masyarakat  petani  disekitar  Pegunungan Kapur Utara serta para stake holder.

6.  Tahap sosialisasi

Merupakan  tahap  mengenalkan  pengolahan  singkong  lokalmenjadi
tepung  mocaf  yang  telah  diuji  kepada  masyarakat  sekitar  agar
keberadaan  tepung  mocaf  ini  dapat  dijadikan  alternatif  tepung  untuk
berbagai  keperluan  bagi  masyarakat.  Serta  muncul  inisiatif  dari
masyarakat untuk memproduksinya dengan tujuan dikomersilkan.

 

I.  JADWAL KEGIATAN

BULAN KE- 1                      BULAN KE- 2                       BULAN KE- 3

kegiatan                        M1     M2     M3     M4      M1     M2     M3     M4      M1      M2                                         M3     M4

PERSIAPAN

SURVEY LAPANGAN
PENGOLAHAN AWAL
SINGKONG

PEMBUATAN TEPUNG DAN
PENGUJIAN

EVALUASI HASIL
SOSIALISASI HASIL

PENYUSUNAN LAPORAN

J.  RANCANGAN BIAYA

Biaya utama                                                                 : Rp. 1.900.000,00

Biaya penunjang                                                           :Rp.   2.150.000,00

Biaya lain-lain                                                              :Rp.   1.750.000,00   +

 

Total Biaya

 

Rincian Biaya:

  • Biaya utama

Komponen biaya

Bahan baku 200 kg singkong @ 3.000 Bahan kimia (enzim dan lain- lain)

Peralatan penelitian di lab

Uji laboratorium pangan dan gizi

Total biaya

: Rp   5.800.000,00

Alokasi Anggaran

Rp. 600.000,00
Rp. 500.000,00
Rp. 500.000,00

Rp. 300.000,00

Rp. 1.900.000,00

 

 

 

  • Biaya penunjang

 

Komponen biaya                                  Alokasi Anggaran

 

Sosialisasi ke petani dan pihak terkait di                     Rp. 250.000,00

 

lapangan

 

Peralatan lapangan                                                       Rp. 200.000,00

 

Perijinan lokasi penelitian                                            Rp. 200.000,00

 

Snack pembantu proses pembutan mocaf                  Rp. 1.500.000,00

 

20  orang  @  15.000 per  hari selama  5

 

hari

Total biaya                                        Rp. 2.150.000,00

  • Biaya lain- lain

Komponen biaya                                  Alokasi Anggaran

Dokumentasi                                                               Rp. 250.000,00

Publikasi hasil penelitian                                             Rp. 450.000,00

Penyusunan laporan                                                     Rp. 150.000,00

Akomodasi                                                                  Rp. 390.000,00

Total biaya                                        Rp. 1.750.000,00

 

K. DAFTAR PUSTAKA

(file:///K:/MOCAF/Apa%20Itu%20Tepung%20MOCAF%20_%20Kolom%20Pemu da%20.Com.htm)

(file:///K:/MOCAF/%E2%80%9C-mocaf-%E2%80%9D-primadona-tepung-
alternatif-penggani-terigu.html)

file:///K:/MOCAF/Bisnis Tepung Mocaf, Atasi Krisis Terigu Impor.html

file:///K:/MOCAF/Modified%20Cassava%20Flour%20%28MOCAF%29.html

file:///K:/MOCAF/pemasaran_tepung_cassava_fermentasi__mocaf___masih_banyak _kendala.html

file:///K:/MOCAF/USAHA%20TEPUNG%20MOCAF,TEPUNG%20MOCAR,PEL UANG%20USAHA%20TEPUNG%20MOCAF,MOCAF.html

http://mocafindonesia.blogspot.com/

http://wara-hapsari.blogspot.com/2012/02/mocaf-alternatif-pengganti-tepung.html

LAMPIRAN

1. BIODATA KETUA serta ANGGOTA KELOMPOK

Ketua Kelompok :

Nama                                       :   Mohamat Ansori

TTL                                         :   Grobogan, 30 mei 1990

Agama                                     :   Islam

Alamat rumah/asal, kode pos :   Ngloco, Rt 01/06, Selo, Tawangharjo, Kab. Grobogan

No. Telp                                  : 085640043612

e-mail                                      : anzorryna.01@gmail.com

Riwayat Organisasi                 : Anggota OSIS SMPN 1 Tawangharjo

: Anggota PRAMUKA SMPN 1 Tawangharjo

: Staff   Dept. Kebijakan Publik   BEM KM FT UNDIP

: Staff Dept. BPMAI FSMM FT UNDIP

: Ketua Dept. Kaderisasi IIC 2012

: Anggota FITT Fakultas Teknik UNDIP

: Staff Creative and Bussiness IMA SC UNDIP

: staff Kementrian Sosial Politik BEM KM UNDIP

Prestasi

:-* Peserta Terbaik 3 LKMM Pra DASAR HMTI 2010 :-* Peserta Terbaik 4 LKMM DASAR 2012 BEM KM FPIK UNDIP

Mengetahui,

 

 

 

Mohamat Ansori

NIM. 21070110130079

Anggota Kelompok I:

 

Nama                           : Sugiarti Norvia

NIM                            : 25010110141052

TTL                             : Semarang, 28 November 1992

Alamat                        :   Jl.Minto jiwo dalam 1/26 Semarang.

No. Telp                      : 085740554054

e-mail                          : norvia.sn@gmail.com

 

Mengetahui,

 

Sugiarti Norvia

NIM. 24030110130052

 

2.   BIODATA DOSEN PENDAMPING

Nama Lengkap            : Susatyo Nugroho.W.P, ST, MM

Jabatan / Gol./ NIP     : Dosen Kemahasiswaan / IVD / 19690311 199702 1 001

Jenis Kelamin              : Laki-laki

Alamat                        : Jl. Lamongan Barat I/11, Semarang.

Telepon                       :  0878 3202 1969

Mengetahui,

Susatyo Nugroho.W.P, ST, MM
               19690311 199702 1 00

 

3. Peta Pegunungan Kapur Utara (Kendeng Utara) Jawa Tengah

 

 

Gambar 3. Lokasi Pegunungan Kendeng Utara Di Jawa Tengah

 

4.  Gambar proses tahapan pembuatan tepung mocaf

Pencucian dan Pengupasan                                           Singkong kupas di bersihkan

Pemberian Enzim dan Perendaman

Perajangan/ pemotongan Singkong.

Pengeringan dengan Matahari Mesin Penepung Tepung Mocaf

 

Gambar 4. Skema Pembuatan Mocaf

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s